Inara Rusli Dituntut Permintaan Maaf dari Wardatina Mawa

Inara Rusli

JAKARTA – Wardatina Mawa secara terbuka menuntut permintaan maaf dari Inara Rusli. Ibu satu anak ini merasa janda mendiang Virgoun tersebut turut merusak rumah tangganya dengan Insanul Fahmi. Tuntutannya disampaikan usai menjalani pemeriksaan panjang di Polda Metro Jaya terkait laporan perselingkuhan yang diajukan.

“Sampai detik ini, tidak ada permintaan maaf tulus untuk saya keluar dari mulut beliau. Saya ingin ada itikad baik karena secara tidak langsung beliau ikut merusak pernikahan saya,” ujar Wardatina, dikutip dari STARPRO Indonesia, Jumat (5/12/2025).

Pemeriksaan Maraton Inara Rusli dan Bukti Digital Diserahkan

Kuasa hukum Wardatina, Dharma Praja, menjelaskan kliennya diperiksa selama lebih dari empat jam. Penyidik mengajukan 26 pertanyaan mendetail. Dalam proses itu, Wardatina juga menyerahkan sejumlah bukti digital, termasuk rekaman CCTV dan percakapan chat, yang diduga menguatkan laporan perzinaan.

Content creator asal Medan itu membantah kabar bahwa video CCTV berdurasi dua jam berasal dari Virgoun, mantan suami Inara. Dia memilih untuk tidak membocorkan sumbernya dan menyerahkan seluruhnya kepada proses penyidikan. “Soal itu, biar menjadi urusan penyidik. Yang pasti, saya hanya meminta keadilan,” tegasnya.

Latar Belakang Laporan dan Klaim Nikah Siri

Inara Rusli

Kasus ini mencuat ke publik ketika Wardatina mendatangi Polda Metro Jaya pada 22 November 2025. Saat itulah dia resmi melaporkan Insanul Fahmi, suaminya, dan Inara Rusli atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan.

Menanggapi laporan tersebut, Insanul Fahmi muncul dengan klaim mengejutkan. Pria 26 tahun itu menyatakan sudah menikah siri dengan Inara Rusli pada 7 Agustus 2025. Klaim ini justru memantik konflik baru, karena Inara menyatakan dirinya merasa ditipu dan akhirnya melaporkan Insan atas dugaan penipuan.

Respon Inara Rusli dan Status Pernikahan

Dari kubu Inara Rusli, melalui kuasa hukum Marisya Icha, disampaikan bahwa kliennya telah meminta cerai dari Insanul Fahmi. Namun, permintaan itu belum dipenuhi. Insan bahkan disebutkan mendatangi rumah Inara untuk memohon maaf.

Situasi ini menunjukkan kompleksitas kasus yang melibatkan tiga pihak ini. Tuntutan Wardatina Mawa bukan sekadar tentang permintaan maaf, tetapi juga merefleksikan upayanya mencari keadilan dan klarifikasi atas status hubungan yang dianggapnya telah dikhianati.

Publik Menunggu Langkah Hukum Selanjutnya

Masyarakat kini menanti perkembangan hukum dari laporan Wardatina Mawa dan Inara Rusli. Proses penyidikan oleh Polda Metro Jaya akan menentukan arah kasus ini. Sementara itu, tuntutan moral Wardatina untuk mendapatkan pengakuan dan permintaan maaf menjadi bagian emosional yang tak terpisahkan dari drama rumah tangga yang menjadi sorotan publik ini.