Fans Berduka di Lokasi, Beri Penghormatan untuk Epy Kusnandar
Sebelum iring-iringan jenazah tiba, suasana haru telah terasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Para penggemar setia Epy Kusnandar rela datang sejak pagi buta untuk menyaksikan dan mengantar perjalanan terakhir sang idola.
Salah satunya adalah Ival Agustin (21), seorang penggemar asal Tasikmalaya yang bekerja di Jakarta. Ia mengaku telah mengikuti karier Epy sejak seri Suparman hingga puncak kepopulerannya di Preman Pensiun. “Begitu mendengar kabar duka ini, saya cukup syok. Rasa kehilangannya bahkan begitu dalam meski tak mengenal sosok Epy secara personal,” ungkap Ival, mencerminkan kedukaan yang dirasakan banyak penggemar. Kedatangan mereka menunjukkan betapa Epy tidak hanya dicintai sebagai figur di layar, tetapi juga telah menyentuh hati banyak orang.

Prosesi Pemakaman Diwarnai Pesan Haru dari Sang Istri
Iring-iringan jenazah Epy Kusnandar tiba di TPU Jeruk Purut sekitar pukul 08.05 WIB. Ratusan pelayat, termasuk rekan artis seperti Tyo Pakusadewo dan Eza Yayang, memadati lokasi untuk mengucapkan selamat jalan. Momen paling mengharukan terjadi ketika istri almarhum, Karina Ranau, menyampaikan pesan perpisahan di hadapan semua yang hadir.
Dengan suara bergetar, Karina yang menemani Epy selama 22 tahun pernikahan memohon maaf dan doa atas nama keluarga. “Saya mewakili keluarga… mohon maaf kepada semua yang mengenal suami saya bila selama hidupnya ia punya salah atau sikap yang kurang berkenan. Mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya agar perjalanan beliau ke surga Allah diberikan kelancaran,” ujarnya. Karina juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Aris Nugraha, sosok di balik karakter Kang Mus yang sangat dikenang, karena telah mengharumkan nama suaminya. Ia pun membagikan pesan misterius dari Epy tiga hari sebelum meninggal, yang kini dipandang sebagai isyarat perpisahan.
Suasana haru memuncak saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Karina tampak histeris sebentar sambil terus memeluk erat foto mendiang suaminya, didampingi oleh putra mereka, Quentin Stanislavski Kusnandar.
Perjalanan Hidup dan Penyebab Kepergian Epy Kusnandar
Epy Kusnandar meninggal dunia sehari sebelumnya, pada Rabu (3/12/2025) pukul 14.24 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Cawang, Jakarta Timur. Pihak keluarga menjelaskan bahwa penyebab meninggalnya adalah penyumbatan pembuluh darah di batang otak. Kondisi ini terjadi sangat cepat dan kritis, sehingga tim medis hanya dapat berharap keajaiban. Sebelumnya, Epy sering mengeluh sakit kepala hebat hingga sering pingsan.
Kepergiannya di usia 61 tahun terasa begitu ironis dan menyentuh. Pasalnya, dalam sebuah penampilan di televisi beberapa waktu sebelumnya, Epy sempat bercanda tentang angka usia tersebut. “Sekarang sudah 61,” ujarnya kala itu, lalu berseloroh, “61, aku harus pergi”. Di luar candaan itu, Epy adalah seorang pejuang. Pada 2010, ia pernah divonis dokter hanya memiliki sisa waktu empat bulan untuk hidup karena tumor otak, namun ia berhasil mengalahkannya dan sembuh sepenuhnya. Sejak saat itu, ia mengaku selalu bersyukur dan menghitung hari sebagai bonus hidup.
Warisan dan Kenangan Epy Kusnandar yang Tertinggal
Epy Kusnandar meninggalkan warisan yang tidak ternilai melalui karya-karyanya. Karakter Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun telah menjadi legenda dan melekat kuat dalam ingatan publik. Melalui peran itu, Epy menunjukkan sisi humanis, humoris, dan bijaksana yang disukai banyak orang.
Meski ada keinginan pribadi almarhum untuk dimakamkan di Garut, keluarga memutuskan memakamkannya di TPU Jeruk Purut, Jakarta. Keputusan ini kemungkinan demi memudahkan banyak pihak, termasuk penggemar dan rekan seindustri, untuk memberi penghormatan terakhir.
Doa dan duka kini menyelimuti keluarga yang ditinggalkan, terutama Karina Ranau dan anak-anaknya. Sementara bagi dunia hiburan Indonesia dan para penggemar, kepergian Epy Kusnandar adalah kehilangan besar seorang aktor berbakat yang karya dan kerendahan hatinya akan terus dikenang.