Konten Berbayar Dilan Janiyar Rp29Ribu Dikritik Warganet

Promosi Konten Berbayar Dilan Janiyar yang Memancing Kontroversi

Selebgram asal Jogja, Dilan Janiyar, kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah promosi konten berbayar miliknya pada 1 Desember 2025. Setelah perceraiannya dengan Safnoviar, perhatian publik terhadap aktivitasnya semakin meningkat, terutama karena ia makin aktif mengunggah berbagai kegiatan di Instagram.

Dalam unggahan terbarunya, Dilan Janiyar memperkenalkan undian khusus bagi pembeli konten berbayar Instagram eksklusifnya. Dengan tarif Rp29.000, para pembeli mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dan menikmati makan malam bersamanya. Program ini ia tampilkan dengan cukup percaya diri melalui sebuah video yang memperlihatkan dirinya berpose bersama dua pria yang diduga menjadi pemenang undian tersebut.

“Cuma Rp29.000 kamu bisa ketemu sama aku dan dapetin ini semuanya,” ujarnya sambil memberikan senyum lebar. Sambil memamerkan momen santai bersama dua pria itu, ia juga menampilkan hidangan mewah yang menjadi bagian dari hadiah bagi para pemenang.

Menurut penjelasan Dilan, promosi konten berbayar ini dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada para pengikut yang ingin memiliki akses lebih dekat dengannya. Ia menulis, “Only for eksklusif and get the privilege, see you,” seolah ingin menegaskan bahwa konten tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman lebih personal bagi para penggemarnya.

Reaksi Warganet terhadap Konten Berbayar Dilan Janiyar

Meski dipromosikan sebagai pengalaman eksklusif, langkah Dilan ini justru menuai respons negatif. Banyak warganet yang mempertanyakan konsep promosi tersebut karena dianggap terlalu berlebihan. Bahkan, beberapa di antaranya menyampaikan kekecewaan secara terang-terangan.

Salah satu komentar datang dari akun @fe yang menulis, “Jatohnya kayak jual diri banget. Padahal value-mu bisa lebih mahal dari itu loh. Kok semakin ke sini kamu semakin ke sana.” Komentar ini langsung mendapat banyak respons dari warganet lain yang tampaknya memiliki pendapat serupa.

Selain itu, akun @kadek*** juga memberikan kritik dengan nada cukup tajam. “Kak terlalu berlebihan promosi Exclusive-nya jadi keliatan murah. Kalau artis besar enggak perlu promosi segininya. Orang bakal join sendiri kalau merasa dekat sama idolanya.”

Komentar lain menyoroti harga yang dipatok Dilan. Akun @npm**** membandingkannya dengan selebgram lain dan menulis, “Mahal amat! Awkarin saja exclusive-nya cuma Rp9.000. Ini Rp29.000 lihat dia direbutin laki-laki dan merasa bangga. Safno noh lagi ketawa.”

Tak ketinggalan, akun @suki*** menyampaikan kritik bernada satire. “Enggak penting banget ketemu kamu, mending uang Rp29.000 dipakai buat beli seblak.”

Dari berbagai komentar tersebut, tampak jelas bahwa sebagian warganet merasa cara Dilan memasarkan konten berbayar-nya terlalu ekstrem. Menurut mereka, promosi tersebut seperti menciptakan jarak dan kesan bahwa pertemuan dengan selebgram harus “dibeli”.

Konten Berbayar Dilan Janiyar dan Strategi yang Dipertanyakan

Fenomena konten berbayar memang semakin populer di berbagai platform media sosial. Banyak kreator memanfaatkannya untuk memberikan akses eksklusif kepada pengikut yang ingin menikmati konten yang lebih personal. Namun, strategi yang dipilih Dilan dinilai kurang tepat oleh sebagian publik karena dianggap terlalu berfokus pada interaksi fisik berbayar.

Beberapa pengamat media sosial menilai bahwa konsep seperti ini sering kali memicu perdebatan karena mengarah pada persepsi bahwa kehadiran kreator bisa “dibayar”. Meskipun demikian, para pembuat konten tetap memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk interaksi yang ingin mereka tawarkan. Dalam konteks ini, reaksi publik biasanya muncul ketika cara promosi dirasa tidak sesuai dengan norma sosial atau dianggap terlalu memaksa.

Karena itu, tidak mengherankan jika langkah Dilan mengundang komentar yang beragam. Sebagian warganet menganggap harga Rp29.000 terlalu tinggi jika dihubungkan dengan “kesempatan bertemu langsung”. Sebaliknya, ada juga sebagian kecil yang menilai strategi ini cukup wajar mengingat Dilan kini lebih aktif membangun komunitas eksklusif setelah masa perceraiannya.

Respons Dilan dan Harapan Publik

Hingga kini, Dilan belum memberikan penjelasan panjang mengenai kontroversi tersebut. Ia hanya menulis beberapa kalimat singkat dalam unggahan selanjutnya, seolah ingin menunjukkan bahwa ia tetap percaya diri dengan strategi konten berbayar yang diterapkannya.

Namun, warganet yang mengikuti perjalanan Dilan sejak lama berharap ia dapat mempertimbangkan kembali cara berpromosi. Mereka menganggap bahwa sebagai selebgram dengan basis penggemar cukup besar, Dilan memiliki peluang untuk membangun komunitas secara lebih positif tanpa memicu kesan negatif dari publik.

Pada akhirnya, langkah Dilan dalam memasarkan konten berbayar-nya menjadi pengingat bahwa strategi digital perlu memperhatikan persepsi masyarakat. Walaupun kreator memiliki kebebasan penuh atas konten yang mereka buat, penerimaan publik tetap menjadi faktor penting dalam membangun citra jangka panjang.