Farah Nuraini Diduga Jadi Korban Penipuan Endorse

Farah Nuraini

Awal Mula Farah Nuraini Menyadari Kejanggalan

Nama Farah Nuraini langsung ramai dibicarakan setelah ia mengungkap bahwa dirinya menjadi korban penipuan endorse yang dilakukan oleh oknum agensi palsu. Dalam unggahan videonya, Farah terlihat kesal karena ia mengalami kerugian yang cukup besar. Ia mengatakan bahwa kejadian ini terjadi saat ia menerima tawaran kerja sama dari seseorang yang mengaku mewakili sebuah brand skincare ternama.

Pada awal komunikasi, semuanya terlihat profesional. Pelaku mengirimkan proposal, kontrak, dan materi konten yang tampak meyakinkan. Karena sudah sering kerja sama dengan brand besar, Farah tidak mencurigai siapa pun. Namun, ia mulai merasa janggal ketika pelaku meminta “uang jaminan konten” yang katanya akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai.

Meski sempat ragu, Farah tetap mengirimkan sejumlah uang karena pelaku memberikan bukti identitas yang tampak asli. Sayangnya, setelah uang dikirim, komunikasi pelaku mendadak hilang.

Nomor Tidak Bisa Dihubungi, Farah Panik

Farah Nuraini

Setelah mencoba menghubungi pelaku selama berjam-jam, Farah Nuraini mulai panik. Ia menyadari bahwa ia baru saja menjadi korban penipuan. Karena itu, ia langsung menghubungi pihak brand skincare yang namanya dipakai pelaku.
Dari sana, Farah mendapatkan jawaban bahwa brand tersebut tidak pernah bekerja sama dengan agensi yang disebutkan pelaku. Bahkan, mereka menyebut bahwa dokumen yang diterima Farah sama sekali bukan milik mereka.

Mendengar itu, Farah langsung membuat laporan awal ke pihak keamanan mal tempat ia janjian bertemu pelaku. Sayangnya, pelaku sudah tidak berada di lokasi. “Aku benar-benar kecolongan. Aku kira semua aman karena dokumennya rapi,” cerita Farah dalam videonya.

Kejadian ini kemudian menjadi viral karena banyak influencer kecil maupun besar mengaku pernah menerima tawaran serupa.

Respons Warganet dan Sesama Kreator

Setelah video klarifikasi Farah Nuraini viral, kolom komentarnya langsung dipenuhi dukungan dan simpati. Banyak yang merasa bahwa pelaku sangat rapi dan sengaja menargetkan influencer yang aktif bekerja sama dengan brand.
Beberapa kreator lain juga membagikan pengalaman serupa, meski mereka lebih cepat curiga dan akhirnya tidak mengirimkan uang.

Selain itu, banyak warganet yang meminta agar kasus ini diselidiki sampai tuntas karena modus seperti ini makin marak. Beberapa akun bahkan memberikan tips agar kreator lebih berhati-hati, seperti memastikan email resmi brand dan mengecek ulang nomor kontak agensi.

Langkah Hukum yang Sedang Ditempuh

Dalam unggahan terbarunya, Farah Nuraini menyebut bahwa ia sudah mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi. Ia membawa bukti lengkap berupa tangkapan layar, dokumen palsu, dan nomor rekening pelaku.
Farah mengatakan bahwa ia tidak ingin kasus ini hanya menjadi bahan omongan, tetapi ingin memutus rantai penipuan agar tidak ada korban lain di masa depan.

Kuasa hukum Farah, Rino Hartono, sudah memberikan pernyataan. Ia memastikan bahwa kasus ini akan diproses melalui jalur hukum hingga tuntas. Ia juga menyebut bahwa pelaku kemungkinan bagian dari kelompok penipu yang sudah menargetkan banyak kreator.

Brand Resmi Beri Pernyataan Publik

Brand skincare yang namanya disalahgunakan dalam kasus ini akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta uang jaminan dari siapa pun dan tidak bekerja sama dengan agensi yang menghubungi Farah.

Pihak brand juga meminta agar para kreator berhati-hati dan memverifikasi ulang email atau nomor yang menghubungi mereka. Pernyataan ini langsung mendapat respons positif dari publik karena brand dianggap bertindak cepat.